• Jenis-jenis Gypsum dan Cara Memilihnya

    0
    scissors
    November 13th, 2012adminArtikel

    Jenis-jenis Gypsum dan Cara Memilihnya

    Jenis-jenis Gypsum dan Cara Memilihnya

    Dibanding dengan jenis material bangunan yang lain gypsum punya beberapa kelebihan. Yang utama yaitu bahan ini bisa dibentuk dan dibuat desain sesuai dengan selera dan konsep penataan ruang maupun gaya arsitektur bangunan. Selain itu gypsum juga mudah ditemukan di mana saja hingga pelosok desa sekalipun sehingga semua orang bisa memakainya tanpa takut kekurangan bahan.

    Jenis-jenis gypsum ini ada beberapa, sesuai dengan bentuk yang dimilikinya. Pertama adalah gypsum selenite yang punya bentuk pipuh dan beberapa diantaranya ada yang mempunyai kristal ganda atau kembar. Selain itu gypsum jenis ini juga punya tampilan yang lebih spesifik yaitu serabutnya lebih lembut dan ada yang bisa seperti butiran kecil yang halus.

    Kedua adalah gypsum alabaster. Gypsum yang satu ini punya ciri utama yang sangat spesifik, warnanya putih bersih dan jaring serta seratnya berbentuk halus. Gypsum alabaster inilah yang paling sering dipakai untuk membuat ornament dan hiasan pada bangunan baik dalam ruang atau luar ruang.

    Yang ketiga yaitu desert gypsum yang bentuknya nyaris seperti kembang mekar dan punya sifat yang lain seperti pasir. Pada umumnya gypsum desert ini lebih mudah ditemukan atau digali di suatu daerah yang sifatnya kering dan gersang.

    Saat ini di Indonesia sudah banyak beredar gypsum dalam berbagai merk. Pada satu sisi kondisi ini membuat pengguna dan pembeli makin punya banyak pilihan dan alternatif sehingga bisa mendapat dan memakai gypsum sesuai dengan keinginan. Namun pada sisi yang lain, banyaknya gypsum yang beredar justru bisa membuat konsumen jadi bingung karena tidak tahu bagaimana cara dan teknik memilihnya.

    Agar bisa mendapat gypsum dengan kualitas yang baik ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menentukan pilihan. Pertama yaitu bagian less lagging. Maksudnya adalah ketika akan dipasang pada plafon misalnya, tingkat kelendutannya harus kecil. Tujuannya adalah agar plafon tersebut bisa menghasilkan permukaan yang rata dan tidak memunculkan gelombang.

    Gypsum yang baik adalah gypsum yang kuat. Jadi ketika dipasang tidak mudah pecah dan patah. Termasuk ketika mau dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain. Agar bisa tahu apakah gypsum yang mau dipilih kuat atau sebaliknya mudah pecah bisa dilihat pada lantai yang dipakai untuk meletakan gypsum. Jika di tempat itu banyak terdapat serpihan-serpihan gypsum, hal ini menandakan jika gypsum tersebut tidak bagus kekuatan dan kualitasnya.

    Gypsum yang baik juga punya bobot yang ringan. Sebab akan membuat proses pemasangannya lebih mudah dilakukan, apalagi jika mau dipakai untuk membuat ornament atau komponen yang letaknya ada di atas seperti plafon atau langit-langit. Dan selain ringan bentuknya juga halus dan mulus serta bersih. Hal ini menandakan jika gypsum dibuat oleh tenaga yang terampil dan sudah berpengalaman. Jika dipasang tampilannya juga nampak lebih indah.

    Ciri lain yang menjadi penanda jika gypsum tersebut punya kualitas yang baik adalah tidak ada rongga atau lubang pada permukaannya. Lalu jika dipegang tidak ada kotoran yang membekas di telapak tangan sehingga tangan tetap bersih.

    Kemudian untuk pemasangannya, ada satu hal penting yang tidak boleh disepelekan. Gypsum adalah material yang didalamnya ada beberapa kandungan atau senyawa yang membahayakan organ tubuh terutama paru-paru dan alat pernafasan yang lain. Oleh sebab itu orang yang sedang memasangnya harus menggunakan pelindung atau masker agar partikel yang terlepas tidak bisa terhisap oleh hidung secara langsung.

    Selain itu jika gypsum di pasang di dalam ruang, sistem sirkulasi udaranya harus bisa berjalan dengan baik. Sehingga partikel gypsum yang kadangkala bisa terlepas dapat segera tersapu ke luar ruang oleh udara atau angin yang bergerak.

    Sumber gambar : http://www.houzz.com

    Tags:

Leave a Reply

CommentLuv Enabled