• JENIS KERJA PROGRAM PEMAGANGAN IMM JEPANG

    0
    scissors
    January 14th, 2013adminArtikel

    JENIS KERJA PROGRAM PEMAGANGAN IMM JEPANG

    1. Pandai Besi.

    Pengerjaan kontruksi baja adalah membuat stuktur baja dengan cara melakukan penggarisan , pemotongan, pelubangan, pembengkokan, pengelasan, dan sebagainya, lalu merakit hasil pekerjaan tersebut. Struktur ini terutama digunakan dalam kontruksi tangki air atau gas, tulangan baja untuk jembatan atau gedung bertingkat,fasilitas pabrik, dan sebagainya.

    2. Pemasangan Rangka Beton Bangunan.

    Perakitan tulang baja adalah pekerjaan merakit bagian – bagian bangunan beton bertulang seperti tiang, balok, dan sebagainya dengan tulangan baja. Ruang lingkup pekerjaan ini cukupluas; bukan hanya bangunan bertingkat, tetapi juga pekerjaan teknik sipil untuk sarana kereta super- ekspres Shinkansen, jembatan, terowongan, kereta bawah tanah, dan lain sebagainya.

    3. Pemasangan Papan Untuk Beton.

    Pemasanga acuan (Bekisting) adalah pekerjaan memasang acuan dari kayu/logam untuk membentuk kerangka beton suatu bangunan yang berstruktur RC (beton bertulang) atau SRC ( beton bertulang dengan kerangka baja )

    4. Mendirikan Perancah Bangunan.

    Pekerjaan perancah adalah pekerjaan kontruksi sementara, terutama di tempat tinggi, yang meliputi perakitan/pembongkaran kontruksi sementara, penggalian/penahanan tanah, pekerjaan pondasi/kerangka/beton, pembongkaran/pemindahan kontruksi jadi, dan sebagainya.

    5. Pekerjaan Tukang Kayu.

    Pekerjaan tukang kayu adalah pekerjaan membangun rumah kayu biasa, termasuk pekerjaan serta perakitan kerangka kayu, perakitan bagian lantai, penyelesaian eksterior serta interior, penyelesaian struktur kayu pada bagian bukaan bangunan, dan sebagainya.

    6. Pemipaan Bangunan.

    Pemipaan bangunan adalah pekerjaan memasang pipa yang berkaitan dengan fasilitas bangunan seperti pengatur udara (AC, ventilasi, dan sebagainya) dan penyediaan/pembuangan air, tidak termasuk pemipaan untuk kapal, mobil, dan pipa bawah tanah seperti saluran utama air minum atau saluran gas.

    7. Pemipaan instalasi/pabrik

    Pemipaan instalasi/pabrik adalah pekerjaan melaksanakan pemasangan pipa instalasi untuk fasilitas pabrik (fasilitas untuk produksi minyak bumi serta produk dari minyak bumi, produksi gas, makanan, obat-obatan, serta produk kimia, pembangkit tenaga listrik dengan tenaga uap,dan sebagainya), tidak termasukpemipaan untuk kapal, mobil, dan pipa bawah tanah seperti saluran utama air minum atau saluran gas.

    8. Pengecatan bangunan

    Pengecatan bangunan adalah pekerjaan mengecat bagian kayu, logam, beton, dan sebagainya pada bangunan.

    9. Pengerukan

    Pengerukan adalah pekerjaan mengeruk tanah/pasir/batu di lapangan kontruksi persiapan lahan, terutama dengan menggunakan ekskavator hidraulis (back hoe).

    10. Pemasangan Atap Genting.

    Pemasangan genting adalah pekerjaan memasang genting pada atap bangunan kayu seperti rumah, kuil, dan sebagainya.

    11. Pekerjaan Plesteran.

    Pekerjaan plesteran adalah pekerjaan melapisi dinding bangunan (rumah), meliputi persiapan permukaan dan pelapisan dinding (dengan tanah lumpur, mortar, plester, stuko, dsb).

    12. Pekerjaan pelat untuk saluran.

    Pekerjaan pelat untuk saluran adalah pekerjaan membuat saluran dan sarana terkait untuk fasilitas bangunan dengan cara mengolah pelat (lembaran logam), serta memasangkannya. Contoh produksi utamanya adalah saluran AC, yang berfungsi sebagai pengalir udara (pada umumnya udara yang didinginkan atau dipanaskan untuk mengatur suhu) melalui pipa yang terbuat dari lembaran logam disebut duct.

    13. Penyaluran beton dengan tekanan.

    Penyaluran dengan beton dengan tekanan adalah pekerjaan pada pengecoran beton untuk kontruksi bangunan/sipil, yang mengecor beton dengan cara menyalurkan adukan melalui pipa saluran dari mobil molen beton ketempat yang akan dicor, dengan menggunakan tenaga pompa.

    14. Pemasangan Instalasi Kedap Air.

    Pengerjaan kedap air dengan menggunakan perapat adalah penutupan terhadap bagian bangunan seperti sekeliling kusen, kaca, dan PC (beton pracetak) supaya kedap air/udara atau anti debu dengan cara mengisikan bahan perapat pada celah-celah bagian sambungannya.

    15. Pengeboran sumur metode tumbuk.

    Pengeboran sumur dengan metode tumbuk adalah pekerjaan mengebor sumur seperti sumur air, sumur observasi, atau sumur sumber air panas yang relatif dangkal, secara berselang.

    16. Pengeboran sumur metode putar.

    Pengeboran sumur dengan metode putar adalah pekerjaan pengeboran sumur seperti sumur air , sumur observasi, atau sumur sumber air panas yang relatif dalam, secara berkesinambungan.

    17. Penyelesaian lantai karpet.

    Penyelesaian lantai karpet adalah pekerjaan melapisi lantai/tangga dengan karpet.

    18. Penyelesaian Akhir Tata Ruang.

    Penyelesaian papan adalah pekerjaan akhir dengan memasang berbagai jenis papan pada rangka baja langit-langit atau dinding memakai skrup, kokot pemaut, perekat, dll sesuai dengan tujuan penggunaanya.

    19. Pemasangan Daun Jendela.

    Pengasangan kusen untuk gedung bertingkat adalah pekerjaan memasang kusen produk pabrik pada gedung bertingkat, berdasarkan gambar produksi, Gambar kerja, gambar bagian, dsb.

    20. Pemasangan ubin.

    Pemasangan ubin adalah pekerjaan memasang ubin terutama ubin dari keramik, keramik batu, dan tembikar, tidak termasuk ubin aspal, ubin plastik, dsb.

    21. Pengerjaan mesin bubut engine.

    Pengerjaan dengan mesin bubut enjin adalah pekerjaan membuat skrup, poros bertingkat, dsb. dengan memahat batang baja. Produksi utamanya adalah berbagai kompunen mesin, beragam baut, mur, poros, dsb.

    22. Pengerjaan dengan mesin frais.

    Pengerjaan dengan mesin frais adalah pekerjaan memahat bahan baja dengan pahat frais, seperti pemahatan permukaan, bagian ujung, alur, ulir, rodagigi, dan bidang lengkung. Produksi utamanya adalah kompunen berbagai mesin dan lain sebagainya.

    23. Pengepresan logam.

    Pengepresan logam adalah pekerjaan mencetak dengan cara menekan lembaran baja dengan mesin press. Produksi utamanya beraneka ragam bentuk, dari yang kasar seperti atap/pintu mobil sampai yang kecil seperti kompunen arloji/kamera.

    24. Pengecatan logam.

    Pengecatan logam adalah pekerjaan mengecat produk logam seperti mebel dari besi, mesin, mobil, kapal, mainan logam, Dsb.

    25. Pengecatan semprot.

    Pengecatan semprot adalah pekerjaan mennyetel peralatan cat dan mengecat dengan menggunakan peralatan tersebut, tidak termasuk persiapan permukaan benda kerja.

    26. Produksi Pengecoran.

    Berdasarkan jenis bahan yang dipakai, pengecoran logam dapat dibagi menjadi 3 seperti berikut :

    • Pengecoran besi

    Pengecoran besi adalah pekerjaan membuat coran dengan cara melebur besi cor dan menuangkannya kedalam cetakan pasir diantara produk utamanya, yang paling banyak adalah berbagai kompunen mesin perkakas, dan selain itu ada juga katup, pipa, roda gigi, dsb.

    • Pengecoran paduan tembaga

    Pengecoran pada tembaga adlah pekerjaan membuat coran dengan cara melebur paduan tembaga (perunggu, dsb) dan menuangkannya kedalam cetakan terutama cetakan logam. Produk utamanya berupabenda yang tidak boleh berkarat serta harus tahan terhadap bahan kimia, contohnya kran katup untuk saluran air /fasilitas pencucian.

    • Pengecoran paduan logam ringan

    Pengecoran paduan logam ringan adalah pekerjaan membuat corandengan cara melebur paduan logam ringan seperti alminium dan mengisikannya kedalam cetakan logam dengan memberi tekanan. Produk uatamaya banyak yang berbentuk relatif rumit seperti blok mesin mobil.

    27. Pelapisan Elektris.

    Pelapisan elektris adalah pekerjaan melekatkan lapisan logam pada permukaan logam lain secara elektris. Sebagai produksi utamanya, selain stik golf besi yang dilapisi kromium/ nikel, ada pula berbagai jenis barang perhiasan yang dilapisi emas/perak.

    28 . Pelapisan Timah.

    Pelapisan Timah adalah pekerjaan melekatkan lapisan timah pada permukaan logam dan sebagainya secara elektris. Produk utamanya adalah benda yang harus dihindarkan dari korosi seperti tulangan baja pada menara besi, rangka jembatan, komponen yang dipasang di tiang listrik, dan sebagainya.

    29. Pengerjaan Pelat dengan Mesin.

    Pengerjaan Pelat dengan Mesin adalah pekerjaan membut produk dari lembaran logam melalui proses pembengkokan,penimbulan dengan tumbukan, dan sebagainya dengan menggunakan mesin pengolah pelat seperti mesin rem pres(press brake) atau mesin potong. Produksi utamanya adalah berbagai benda logam seperti meja, lemari, dan saluran untuk sistem pengaturan udara.

    30. Penginspeksian Mesin.

    Penginspeksian Mesin adalah pekerjaan mengukur/memeriksa keakuratan komponen mesin dan keakuratan beroperasinya suatu mekanisme gerak pada tiap tahapan di lokasi produksi, melakukan pengukuran presisi di ruang termostatik, dan sebagainya .Sebagai contoh adalah pengukuran/ pemeriksaan pada lini produksi roda gigi atau poros, dan pembutan serta perakitan mesin bubut dan frais.

    31. Perakitan Elektronika.

    Perakitan Elektronika adalah pekerjaan merakit komponen elektrolik untuk mesin dan barang elektronik, tidak terbatas pada yang tertentu saja tetapi segala mesin dan perangkat yang dilengkapi rangkaian elektronik di dalamnya seperti perangkat komunikasi kawat/radio, instrumen pengukur untukm bidang industri, kalkulator meja, pesawat telivisi, dan sebagainya. Produk utamanya mencakup segala mesin dan perangkat yang dilengkapi rangkaian elektronik di dalamnya.

    32. Pengecoran Metode Ruang Panas.

    Pengecoran Tekan Metode Ruang Panas adalah pekerjaan membuat membuat produk dalam jumlah besar, dengan cara melebur paduan seng, menyuntikannya ke dalam cetakan logam, dan memberi tekanan dengan mesin cor tekan. Produk utamanya adalah mainan, alat pancing, komponen mesin, dan sebagainya.

    33. Pengecoran Metode Ruang Dingin.

    Pengecoran Tekan Metode Ruang Dingin pekerjaan membuat membuat produk dalam jumlah besar, dengan cara melebur paduan alumunium, menyuntikannya ke dalam cetakan logam yang memiliki keakuratan tinggi, dan memberi tekanan pada logam cair tersebut dengan mesin cor tekan. Produksi utamanya adalah kamera,barang elektrik untuk keperluan rumah tangga,mesin hitung,alat ukur,suku cadang mobil,dan lain sebagainya.

    34. Pengerjaan Akhir Perkakas.

    Pengerjaan Akhir Perkakas adalah pekerjaan membuat perkakas yang memiliki keakuratan tinggi dengan menggunakan kikir,mesin bor,mikrometer,dan sebagainya. Produk utamanya adalah berbagai jenis alat,pisau/pemotong dan sebagainya yang digunakan dalam pengerjaan produk.

    35. Pengerjaan Akhir Cetakan Logam.

    Pengerjaan Akhir Cetakan Logam adalah pekerjaan membuat cetakan logam yang memiliki keakuratan tinggi, melalaui penyesaian tangan dengan menggunakan pahat baja, kikir, pengikis, dan sebagainya. Karena tingkat keakuratannya terbatas jika dikerjakan hanya denganmesin, maka diadakan penyelesaian yang akurat oleh tangan manusia.

    36.Pengerjaan Akhir Perakitan Mesin.

    Pengerjaan Akhir Perakitan Mesin adalah pekerjaan membuat komponen untuk perakitan yang sangat akurat(komponen hasil pengerjaan mesin), menggunakan kikir, pengikis dan mesin bor.

    37. Penempaan Besi.

    Berdasarkan cara menempanya, penempaan logam dapat dibagi dua seperti di bawah ini. Hasil tempaan terutama digunakan sebagai komponen dasar dalam segala bidang industri, seperti kapal, gerbong kereta, pesawat terbang, dan lain sebagainya.

    a. Penempaan dengan Palu

    Penempaan dengan palu adalah pekerjaan membuat komponen dasar suatu produk dengan cara memanaskan batangan/ingot baja di tanur gas atau tanur frekuensi tinggi dan menempanya dengan palu.

    b. Penempaan dengan Mesin Pres

    Penempaan dengan Mesin adalah pekerjaan membuat komponen dasar suatu produk dengan cara memanaskan bahan baja di tanur gas atau tanur frekuensi tinggi, menaruhnya hingga memenuhi rongga cetakan logam, dan menekannya dengan mesin pres.

    38. Perakitan Mesin Listrik Putar.

    Perakitan Mesin Listrik Putar adalah pekerjaan merakit motor di perusahaan pembuat alat listrik berat, terutama produk atas pesanan khusus atau pruduk tunggal.

    39. Perakitan Panel Distribusi dan Kontrol.

    Perakitan Panel Distribusi dan Kontrol adalah pekerjaan merakit panel distribusi dan panel kontrol. Ruang lingkup pekerjaan ini cukup luas, dari yang sederhana untuk rumah tangga sampai yang besar dan lagi rumit untuk pabrik.

    40. Perakitan Pengontrol Sakelar.

    Perakitan Pengontrol Sakelar adalah pekerjaan merakit penyela rngkaian, kontak, mekanisme penyambungan dengan hubungan, peredam kejutan, dan sebagainya yang umum untuk perangkat-perangkat seperti pemutus rangkaian, sakelar lepas-hubungan, dan perangkat pengontrol yang merupakan komponen pengontrol sakelar. Produk utamanya berupa berbagai jenis pengontrol sakelar, mulai dari yang besar sampai yang kecil.

    41. Proses Pengerasan Alumunium.

    Pelaksanaan Anodisasi adalah perlakuan terhadap permukaan alumunium dengan cara membuat lapisan oksida, supaya ketahanan-korosinya meningkat. Metode perlakuan ini diterapkan terutama pada permukaan ceret, wadah bekal makanan, dan bahan bangunan. Akhir-akhir ini, mulai digunakan juga untuk tembok samping gedung bertingkat, kusen, dan sebagainya, dan variasi warnanya pun telah bertambah.

    42. Pemeliharaan Mesin.

    Pemeliharan Mesin adalah pekerjaan mencegah kerusakan atau degradasi pada berbagai jenis mesin yang dipasang di lini produksi, serta menjaga supaya pengoperasian mesin tetap normal, dengan memperhatikan rencana pemeliharaan secara keseluruhan.

    Pekerjaan ini dilakukan oleh prusahaan –perusahaan bidang manufakturing berbagai mesin dan perusahaan terkait. Pekerjaan utamanya adalah upaya-upaya pemeliharan mesin bagi pihak pemakai seperti, pembongkaran, perbaikan, penyetelan, perakitan dan penyelidikan berikut pemecahan masalah.

    Sebagai contoh jenis kerja yang utama adalah pemeliharaan serta pengontrolan lini produksi pabrik besi, eskalator/lift(termasuk pemeriksaan berkala) dan mesin fotokopi(termasuk pemeriksaan berkala). Selain itu, ada pula perusahaan yang bergerak di bidang lain, yang bukan manufakturing mesin, memiliki sendiri bagian pemeliharaan dan pengontrolan dengan jumlah staf yang tetap.

    43. Pembuatan Produk Kain Terpal.

    Pembuatan Produk Kain Terpal adalah pekerjaan menjahit layar kapal atau produk samping dari kain terpal seperti tenda dekorasi(untuk toko/hotel), tenda pertemuan/kontruksi, kain lembaran terpal(untuk kontroksi/truk/bencana alam) dan tenda untuk gudang.

    44. Operator Mesin Tekstil.

    Pemintalan Halus adalah pekerjaan memintal benang tunggal dari bahan serat alami/buatan dengan cara meregang benang kasar(jalinan serat) hasil proses pendahuluan pemintalan(tahap persiapan dalam pemintalan benang halus) sampai tebalnya mencapai ketebalan seperti yang ditentukan, kemudian memilinnya, lalu menggelendongnya.

    45. Operator Penggulungan Benang.

    Penggulungan Benang adalah pekerjaan menggulung benang dari bahan serat alami/buatan supaya menjadi kemasan(cheese/cone) dengan cara menyambung beberapa gelendong benang pintal hingga menjadi seutas benang yang panjang.

    46. Pencelupan Benang.

    Pencelupan Benang adalah pekerjaan mewarnai benang melalui proses pencocokan warna, penentuan kadar air celup dan pasta pewarna, dan pencelupan benang di bak pencelup dalam bentuk gulungan.

    47. Operator Pemintalan.

    Penenunan adalah pekerjaan membuat tenunan yang sesuai standar, dari jenis bahan pintalan dan filamen dengan cara menggunakan benang lungsin serta benang pakan yang telah disediakan dalam tahap persiapan, memisahkan benang lungsin dengan pemisah lungsin supaya dapat menghasilkan struktur yang telah ditentukan, kemudian menyisipkan pakan dan merapatkannya dengan pengayun supaya kerapatan pakannya menjadi seperti yang telah ditetapkan.

    48. Pencetakan Bentuk Plastik.

    Pencetakan Tekan adalah pekerjaan membuatprodk tahan panas dengan cara mengisikan serbuk resin termoset(fenol, urea, resin melamin, dsb.) ke dalam cetakan logam, lalu memanaskan sekaligus menekannya.
    Produk utamanya adalah gelas, mangkok, piring makan, dan sebagainya.

    49. Pencetakan Injeksi.

    Pencetakan Injeksi adalah pekerjaan membuat produk dengan cara melebur resin termoplastik(polistirena, polipropelina, polikarbonat, poliamida, dsb.) dan menginjeksikannya ke dalam cetakan logam, lalu membekukannya.

    50. Pencetakan Inflasi.

    Pencetakan Inflasi adalah pekerjaan membuat film tipis secara berkesinambungan dari bahan seperti polietina, dengan menggunakan mesin pencetak inflasi.

    Produk utamanya adalah kantong plastik dan sebagainya.

    51. Pengelasan.

    Berdasarkan jenis mesin yang digunakan, pengelasan dapat dibagi dua seperti berikut:

    a. Pengelasan Manual)

    Pengelasan Manual adalah pekerjaan membuat suatu struktur barang dengan cara memotong dan mengikir bahan baja, merakit komponoen-komponen hasil pengerjaan tersebut, lalu melakukan pengelasan akhir dengan menggunakan mesin las busur listrik manual.

    b. Pengelasan Semiotomatis)

    Pengelasan semiotomatis adalah pekerjaan membuat suatu struktur barang dengan cara memotong dan mengikir bahan baja, merakit komponoen-komponen hasil pengerjaan tersebut, lalu melakukan pengelasan akhir dengan menggunakan mesin las busur listrik semiotomatis.

    52. Pembuatan Mebel dengan Tangan.

    Pembuatan Mebel dengan Tangan adalah pekerjaan membuat berbagai jenis mebel melalui pengerjaan tangan dengan menggunakan perkakas tangan.

    53. Pencetakan Laminasi.

    Pencetakan Laminasi Tumpuk Tangan adalah pekerjaan membuat produk cetak laminasi FRP dalam suhu dan tekanan normal, dengan cara menumpuk bantalan serat kaca (bahan penguat untuk pola dasar produk) melalui pengerjaan tangan, dan mencetaknya setelah meresapkan poliester tak jenuh (bahan perekat).
    Produk utamanya adalah bak mandi, bak air, serta komponen kapal/perahu, pesawat terbang, dan mobil.

    54. Pengemasan Bidang Industri.

    Pengemasan Bidang Industri adalah pekerjaan meliputi pengerjaan pendahuluan sebelum mengemas barang, pengemasan tiap barang, pengemasan dalam, pengemasan luar, pembuatan wadah, dan sebagainya.
    Pengemasan bidang perdagangan yang bertujuan untuk penjualan tidak termasuk dalam jenis pekerjaan ini.

    55. Pembuatan Panel Pintu.

    Pembuatan Panel Pintu/Jendela Kayu dengan Tangan adalah pekerjaan membuat pintu, pintu kaca, pintu geser berkerangka kayu shoji/fusuma , dan sebagainya.

    56. Penjilidan Buku.

    Penjilidan Buku adalah pekerjaan menjilid buku.

    57. Penjilidan Majalah.

    Penjilidan Majalah adalah pekerjaan menjilid terbitan sederhana yang diterbitkan secara rutin, seperti majalah mingguan, sepuluh-harian, atau bulanan.

    58. Penjilidan Untuk Keperluan Kantor.

    Penjilidan Untuk Keperluan Kantor adalah pekerjaan menjilid buku tulis, buku agenda, bon, buku kas.

    59. Pencetakan Offset.

    Pencetakan Ofset adalah pekerjaan mencetak yang meliputi penempatan pelat cetak, penyetelan tabung tekan, pengaturan larutan pelembab, pengaturan pengeluaran tinta, dan sebagainya.

    60. Pengerjaan Batu.

    Pengerjaan Batu adalah pekerjaan membuat produk batu seperti monumen batu, batu nisan, lentera batu, patung batu, dan sebagainya.

    Ivat Fathi Rahmana, ST.

    Bantalan Karet Sebagai Elemen Bangunan

    Base Isolation adalah penggunaan bantalan karet pada bangunan yang berfungsi untuk perlindungan terhadap gempa bumi.Sebagai pelindung terhadap efek gempa, bantalan tersebut merupakan kombinasi lempengan karet alam dan lempengan baja dan pada penerapannya dapat digunakan untuk rumah tinggal atau gedung bertingkat. Penempatan bantalan tersebut pada struktur bangunan terletak pada setiap kolom antara pondasi dan bangunan. Lempengan karet dan baja dalam kapasitas fungsional memiliki peran yang saling mendukung. lempengan karet berfungsi mengurangi getaran saat gempa tiba dan lempengan baja untuk menambah kekakuan karet sehingga penurunan massif bangunan diatas tumpu bantalan karet tidak membesar.

    Pengaruh langsung gempa terhadap bangunan adalah merusak. Ketika gempa, bangunan mengalami desakan gaya geser dan patah.Pergeseran yang terjadi berakibat adanya gaya desak dan tarik yang merusak dengan akibat lanjut terjadi patahan. Saat patahan dalam bangunan terjadi, daya dukung bangunan terhadap beban berat menjadi lemah dan bangunan pun roboh.

    Ivat Fathi Rachmana, ST.

    Jepang Bangun Gedung Sekolah Dasar Tahan Gempa

    Bandung, Kompas - Masyarakat Jepang, melalui lembaga donor Serikat Pekerja Department Store Hansen, membantu pembangunan sekolah dasar berstruktur tahan gempa, yaitu SDN Cirataeun Kulon Kulon, di Kecamatan Sukasari, Kota Bandung. Sekolah dasar tersebut menjadi contoh bangunan tahan gempa di Kota Bandung.

    Peresmian sekolah dasar (SD) berstruktur tahan gempa itu dilakukan pada Selasa (18/12). Hadir dalam peresmian itu Presiden Serikat Pekerja Department Store Hansen Daisuke Itou, Project Officer Care School and Earthquake Initially United Nations Centre for Regional Development (UNCRD) Bishnu H Pandey, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji, dan Ketua Pusat Mitigasi Bencana Institut Teknologi Bandung I Wayan Sengara.

    Struktur bangunan antigempa tersebut senilai 3,5 juta yen atau setara dengan Rp 280 juta dan merupakan hasil sumbangan Serikat Pekerja Department Store Hansen. Secara teknis, pengerjaannya dilakukan tim arsitektur ITB.

    Menurut I Wayan Sengara, spesifikasi teknis struktur bangunan disesuaikan dengan kondisi kerentanan gempa dan karakter permukaan tanah. Dengan demikian, bentuknya berbeda dengan bangunan di Jepang, Bengkulu, dan Yogyakarta yang pernah terkena gempa.

    “Wilayah Kota Bandung dalam puluhan hingga ratusan tahun memang tidak lagi pernah kena gempa dahsyat. Namun, berdasarkan kajian, potensi itu tetap ada. Masuk dalam kategori medium (zona ke-4 dari 6 zona),” kata Wayan.

    Berdasarkan penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), keberadaan Patahan Lembang di dekat wilayah utara Bandung itu masih aktif. Untuk itu, patut diwaspadai sebab berpotensi menimbulkan gempa dahsyat 6,7-6,9 skala Ritcher.

    Daisuke Itou menjelaskan, donasi ini diberikan dalam rangka peringatan hari jadi ke-50 Hansen Department Store di Osaka, Jepang. Itou berharap Indonesia bisa berkaca dari pengalaman gempa di Osaka, Jepang, tahun 1995 yang menewaskan ribuan warga, termasuk siswa SD. Semenjak itu, Osaka berbenah dan sangat memerhatikan retrofitting. “Antisipasi lebih baik ketimbang kejadian,” ujarnya. Pemicu

    Menurut Bishnu Pandey, program struktur bangunan tahan gempa yang dijalankan UNCRD di sekolah dilakukan tidak hanya di Indonesia, melainkan juga tiga negara lain, yaitu India, Kepulauan Fiji, dan Uzbekistan. Program yang diluncurkan sejak tahun 2005 ini sekadar pemicu.

    “Kami merangsang masyarakat dan Depdiknas (pemerintah) agar memerhatikan pentingnya bangunan tahan gempa. Saat ini, di Indonesia, hampir seluruh SD kan tidak punya struktur antigempa,” ujar Pandey.

    “Padahal, ini harus dimulai. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi siswa,” kata dia. Ke depan, proyek serupa akan dilakukan pula di Kabupaten Bandung.

    Dalam kesempatan yang sama, Oji Mahroji mengungkapkan, bangunan antigempa ini layak diikuti sekolah-sekolah lain. Menurut dia, bukan tidak mungkin konsep itu diintegrasikan dalam proyek rehabilitasi sekolah (role sharing).

    “Sangat baik jika ada bantuan asing. Dikombinasikan dengan dana role sharing dari pemerintah,” katanya. Sekolah ini memang mendapat bantuan dana role sharing senilai Rp 150 juta. (jon)

    • “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (Nabi Muhammad Saw.,diriwayatkan Tirmidzi).
    Tags:

Leave a Reply

CommentLuv Enabled